A. Sasaran, Tujuan dan Karakter Kurikulum Multistrata (K2025) - OBE oriented
Sasaran Pendidikan IPB 4.0 ialah menghasilkan pembelajar lincah dan tangguh (powerful agile learner) yang dicirikan dengan dikuasainya pola pikir masa depan (future-ready mindset) dan gugus keterampilan (skill set) abad 21, yang terdiri atas:
- Literasi dasar (foundational literacies), yaitu literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi finansial, literasi digital, serta literasi budaya dan kewarganegaraan, yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah sehari-hari;
- Kompetensi untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah yang kompleks, yaitu berpikir kritis (critical thinking and complex problem solving), kreativitas (creativity), komunikasi (communication), dan kolaborasi (communication) yang dikenal dengan 4Cs (critical thinking and complex problem solving, creativity, communication, communication); dan
- Kualitas karakter (character qualities) dalam menghadapi lingkungan yang berubah cepat, seperti keingintahuan (curiosity), inisiatif, kegigihan (persistence), kemampuan beradaptasi (adaptability), kepemimpinan, serta kesadaran sosial dan budaya.
Kompetensi dan karakter yang dikonstruksi dalam rancangan di PKU merupakan dasar pembentukan kecakapan 4Cs yang selanjutnya akan diperkuat pada pembelajaran di tingkat program studi (lihat Gambar 1). Interkonektivitas pembelajaran pada PKU dirancang untuk merangsang dan melatih pola pikir mahasiswa dan dosen sehingga:
- Memiliki sudut pandang yang luas terhadap setiap persoalan.
- Lebih kritis sehingga tidak mudah terjebak dengan berita yang tidak benar (hoax).
- Lebih kreatif dalam melihat hubungan antara ilmu.
- Memiliki keterampilan yang baik dan wawasan luas terhadap berbagai macam konsep.
- Melaksanakan kegiatan dengan lebih memikat, pembelajaran tentang masa depan, dan penuh mimpi.
Sasaran :
1. Memperluas horizon berpikir untuk menjadi pembelajar lincah (agile learner).
2. Memotivasi minat belajar sepanjang hayat untuk menjadi pembelajar tangguh.
3. Memperkuat keinginan to be the best (memiliki ambisi).
4. Memperkuat karakter nasional (Indonesia).
Tujuan :
1. Menyediakan pendidikan dan pengetahuan lintas dan melampaui disiplin akademik.
2. Menanamkan pengetahuan tentang pencapaian manusia.
3. Menyulut percikan minat, semangat, dan keinginan untuk terus belajar.
4. Membekalkan pengetahuan dan keterampilan analisis dalam pemecahan masalah, berpikir kritis (critical thinking), dan komunikasi (communication).
5. Membekalkan ilustrasi, contoh, dan pengetahuan yang berkaitan dengan keinginan untuk maju dan keinginan untuk menjadi yang terbaik.
6. Membangun karakter sebagai insan penuh kasih sayang, respek dan bertanggung jawab dengan standar etika yang berlaku nasional juga internasional serta mampu berkontribusi kepada masyarakat.
Karakter :
1. Berpikir kritis dalam pemecahan masalah kompleks (critical thinking in complex problem solving).
2. Kreatif dan komunikatif (creative and communicative).
3. Kolaboratif dan bekerja sama (collaborative and team working).
4. Berwawasan kebangsaan.
5. Memberi ruang yang luas kepada mahasiswa untuk merancang suksesnya sendiri (personalized learning).
6. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk membangun kompetensinya dengan mengambil berbagai bentuk kegiatan pembelajaran di luar program studinya bahkan di luar IPB yang
memperkaya kompetensi, kontekstual, dan relevan dengan dunia nyata.
Gambar 1. Pengembangan Edu Transform

B. Struktur Kurikulum Multistrata (K-2025)
- Menetapkan goal Pendidikan IPB 4.0 yang diharapkan mampu berkiprah signifikan dan relevan dengan kebutuhan pada tahun 2030. Proses ini dilakukan dengan berbagai pendekatan, antara lain design thinking approach, integrasi values IPB dengan kebutuhan Reskilling Future Work 2030, karakteristik VUCA World, cara belajar dan atmosphere pembelajaran para “tomorrow people” dengan ciri utamanya adalah savvy technology.
- Memetakan kurikulum berjalan dengan model OBE (Outcome Based Education) yang dipakai sebagai model analogis dalam proses reorientasi kurikulum menjadi Struktur K-2020 Multistrata. Model OBE ini mampu mengakomodir kebutuhan Future Skills Set abad 21 melalui pembelajaran yang mengasah keterampilan berpikir tingkat tinggi (Hot
Thinking Skills). - Merancang dan menetapkan Profil Pendidikan IPB 4.0 diturunkan dari hasil mapping (lihat tahap 2) serta mengakomodir karakteristik “Pembelajar Tangguh dan Lincah – powerful agile learner”, dengan tiga Learning Goals (LG).
- Memasukkan dan meramu atribut-atribut reskilling future work 2030 plus strong values pendidikan IPB yang hendak dikonstruksi kedalam struktur rancangan K-2020 Multistrata, dengan basis berfikir “Success By Design” mengandung makna bahwa rancangan K-2020 Multistrata memberi ruang secara luwes kepada peserta didik untuk mampu merancang suksesnya sendiri – selaras dengan MBKM.
- Memformulasi komponen struktur K-2025 Multistrata per tahun dengan sebaran persentase sks (untuk program Sarjana), sedangkan untuk program Magister dan Doktor persentase sebaran sks (satuan kredit semester) ditetapkan oleh masing-masing program studi dengan penyelarasan, sesuai kebijakan dan ketentuan program Magister dan Doktor IPB.
- Komponen Kurikulum 2025 Program Sarjana dan Sarjana Terapan IPB sebagai berikut:
- Tahun-1, Common Core Courses/Foundational Courses menjadi dasar pembentukan 4C’s dan Character Qualities (merupakan dasar pembentukan kecakapan 4C’s – Critical & Complex Problem Solving, Creative Thinking, Collaboration, and Communication). Common Core Courses untuk Program Sarjana merupakan Program Kompetensi Umum (PKU).
- Tahun-2, Foundational Literacies dan Academic Core Courses/Vocational Core Courses.
- Tahun-3, In-depth Study Program Courses Tahun-4, Final Year Project, Capstone, KKN-T, Magang
- Tahun-1 s/d 4, Enrichment Courses/Program, diambil dari luar program studinya, dalam berbagai bentuk kegiatan pembelajaran (Merdeka Belajar).
- Komponen Kurikulum 2025 Program Magister dan Doktor IPB sebagai berikut:
- Wajib Pasca/Common Courses Pasca
- Foundational Courses, Academic Core Courses, In-depth study program courses
- Final year’s thesis, Dissertation, Research Project.
- Kluster Program Studi
Program Sarjana menawarkan beragam kompetensi dalam bentuk 44 (empat puluh empat) program studi. Pada Program Kompetensi Umum (PKU) di tingkat pertama dikelompokkan menjadi empat kluster, yaitu kluster Science & Technology (ST), kluster Science & Society (SS), kluster Science & Engineering (SE), dan kluster Health. Secara teknis kluster program studi dibedakan antara mata kuliah Biologi, Fisika, Kimia (berpraktikum ataukah tidak) dan mata kuliah Ekonomi (dengan responsi ataukah tidak).
Kluster ST terdiri atas semua program studi di Fakultas Pertanian (A), Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (B), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (C), Fakultas Peternakan (D), Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (E), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (G), dan Fakultas Kedokteran (L). Kluster SS terdiri atas semua program studi di Fakultas Ekonomi dan Manajemen (H), Fakultas Ekologi Manusia (I), Sekolah Bisnis (K) dan Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika (M). Klaster SE terdiri atas Fakultas Teknik dan Teknologi dan Program Studi Fisika, FMIPA. Kluster Health terdiri atas Program Studi di Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis; dan Program Studi Kedokteran di Fakultas Kedokteran.
Pada proses perkuliahan di Pendidikan Kompetensi Umum (PKU), seluruh mahasiswa dari berbagai program studi dicampur dan dikelompokkan dalam kelas-kelas (atau kelompok) sesuai dengan klaster program studi, dan diberi nama Kelas ST01, ST02, dan seterusnya, Kelas SS01, SS02, dan seterusnya. Pengelompokan yang sama juga berlaku untuk kelas internasional, yaitu INTST01 atau INTSS01, dan seterusnya. - Kluster Mata Kuliah
Pembelajaran di PKU menggunakan pendekatan interkonektif yang memandang ilmu pengetahuan tidak berdiri sendiri dan terpisah, melainkan terhubung dengan disiplin ilmu lain. Dosen dan mahasiswa dituntut untuk menemukan hubungan antar disiplin ilmu dan berpikir sebagai seorang generalis. Dengan pendekatan pembelajaran interkonektif, mata kuliah di PKU
tidak diperlakukan sebagai mata kuliah soliter sesuai kebutuhan keilmuan di prodi pengampunya, melainkan dirancang ke dalam kluster-kluster sebagai berikut:- Kluster Wajib Nasional (WN): Agama/Kepercayaan, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia. Klaster WN untuk mata kuliah Agama/Kepercayaan, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan tidak wajib diambil oleh mahasiswa asing (WNA).
- Kluster Wajib IPB: Pertanian Inovatif, Bahasa Inggris.
- Kluster Quantitative Reasoning (QR): Matematika dan Berpikir Logis, Statistika dan Analisis Data, Berpikir Komputasional, Matematika.
- Kluster Science & Technology (ST): Biologi Dasar, Fisika, Fisika Dasar, Kimia, Kimia Dasar.
- Kluster Science & Society (SS): Biologi Umum, Fisika Umum, Kimia Umum.
- Kluster Sosiologi/Humaniora (SH): Sosiologi. Ekonomi, Ekonomi Dasar.
- Kluster Mata Kuliah Dasar Pendiri Fakultas/Sekolah/Prodi (Foundational Course): satu atau dua mata kuliah penciri.
- Kluster Keteknikan.
- Kluster Kesehatan.
Penyelarasan K2020 ke K2025 Multistrata
Pada tahun 2024 IPB telah melaksanakan kurikulum 2020 selama 4 (empat) tahun dan dirasa perlu untuk melakukan evaluasi terhadap K2020. Hasil evaluasi K2020 digunakan sebagai bahan pemutakhiran kurikulum 2025 termasuk untuk momentum reskilling 2030. Lingkup pemutakhiran K2025 meliputi:
1. Reclustering keilmuan;
2. Soft launching PPTA – Ragam Tugas Akhir (Penyelarasan Permen nomor 53 tahun 2023)
3. Penyesuaian sks Program Magister dan Doktor (Penyelarasan Permen nomor 53 tahun 2023)
4. Transformasi Program Studi (Future Education Readiness)
5. Integrasi AI Tridharma (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian)
6. Pembelajaran Inovatif
7. Pendidikan Inklusif (Rekognisi Pembelajaran Lampau – RPL)
8. Asesmen Ketercapaian Kompetensi – OBE Education
